Pemuas Hasrat Atasanku
“Mereka sebentar lagi selesai. Jika berkenan, mohon Anda mau menunggu sekitar sepuluh menit lagi.”
Nyonya Wijaya menoleh sebentar lalu mengangguk. “Kalau begitu, kami booking saja untuk dua jam lagi. Untuk dua orang ya. Semua perawatan yang ada di salon ini.”
Pemilik salon itu tampak lega mendengarnya, lalu tersenyum. “Baik, Nyonya. Terima kasih banyak. Kami tunggu kedatangannya nanti.”
“Oke, kami pergi dulu,” balas Nyonya Wijaya sambil tersenyum tipis, lalu menggandeng tangan Luna keluar dari ruangan itu.