Cinta Terlarang
Selama ini, Aidit tidak pernah memaksakan kehendaknya, jika Tiara tidak bisa atau sedang tidak mood.
“Tia sayang, aku ingin bercinta dengan mu,” pinta Aidit sambil mencium kedua jemari Tiara.
“Dit, aku cape sekali,” Tiara menghindari ajakannya.
Tetapi tetap saja Aidit malam itu memaksa dirinya. Teringat waktu itu bagaimana ia mencium dirinya, bagaimana dirinya yang dengan perut buncitnya berhubungan intim dengan cara duduk di pangkuan Aidit. Ia yang kala itu memang sedang lelah karena habis jalan-jalan, terpaksa melakukan hubungan intim itu karena rasa sayangnya pada Aidit. Dimalam itu adalah malam terakhir ia bisa menikmati kebersamaan sebagai suami istri.