Cinta yang Dipaksakan Berakhir Tragis
"Aku sempat bilang padanya, tembok cinta di depan penginapan ini sangat manjur. Kalau kamu tulis namamu dan nama orang yang kamu suka, kalian pasti bisa bersama."
Wira langsung tertarik. "Dia menulisnya?"
Pemilik itu mengangkat alis. "Ya, tapi dia hanya menulis namanya sendiri. Dia bilang orang yang dia cintai pernah bilang nggak akan pernah mencintainya."
Ada sesuatu yang seolah-olah menghantam keras dada Wira. Sakitnya tak bisa dijelaskan. Entah kenapa, dia merasa iba pada Raisa.