Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kutukan Liontin

Kutukan Liontin

Ia mengerutkan kening, mencoba membaca ukiran yang terukir samar: "A/0" Sebuah kerutan dalam muncul di antara alisnya. Liontin itu berbeda, bukan seperti perhiasan biasa. Kemudian, tatapannya beralih ke mata Sena. Kosong, hampa, seolah cermin jiwanya telah retak, tak memantulkan secercah semangat hidup pun. Delico menelan ludah, sebuah pertanyaan tanpa suara menggantung di benaknya.
655 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai kutukan yang disentuh menjadi emas
Baca
+Pustaka
Kutukan Putri Pulau Cinta

Kutukan Putri Pulau Cinta

Dengan Min Ho, yang ia rasakan cuma detak biasa, dingin, abadi. Dia buka mata, tatapannya turun ke paha kirinya yang tersembunyi di balik gaun. Dengan gerakan pelan, dia angkat sedikit kain sutra itu, nunjukin tato naga emas yang melingkar indah dari pinggul sampe pertengahan paha. Naga itu diam, sisik-sisik emasnya nggak berpendar sama sekali. Nggak ada cahaya samar, nggak ada getar hangat seperti yang pernah diceritain dalam legenda kutukan. “Masih bukan…” gumam Hanna pelan, suaranya hampir hilang ditelan angin laut.
511 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai kutukan yang disentuh menjadi emas
Baca
+Pustaka
Pendekar Tiga Iblis

Pendekar Tiga Iblis

“Kalian berempat tidak akan sendiri. Semua anggota Keturunan Darah Emas akan membantu kalian. Selama masih ada kalian, kewajiban membunuh Iblis Jelita akan ada di tangan kalian. Namun, jika kalian benar-benar gagal, barulah anggota Keturunan Darah Emas yang akan mengambil alih kewajiban dendam ini. Apakah kalian tahu apa yang ada di mangkuk ini?” Nini Lanting menyentuh bibir mangkuk dengan jari telunjuknya. Pada mangkuk itu ada cairan berwarna emas yang kental. “Tidak, Guru,” jawab keempat anak muda itu. “Cairan ini disebut Darah Emas, tetapi bukan terbuat dari darah. Ini simbol keistimewaan darah emas yang melekat di nama keluarga besar kita. Jika Darah Emas ini sudah melekat di kulit kalia
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai kutukan yang disentuh menjadi emas
Baca
+Pustaka
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

“Hari ini, aku tak membawa petuah. Tapi aku membawa yang menjadi hak kalian.” Dari kantong kulit di dekatnya, Bara membuka satu per satu bungkusan kecil berisi kepingan emas yang berkilau pucat. Setiap orang menerima satu bungkusan berisi 150 keping emas, dibungkus kain tebal dan diberi tali rami. Seruan kecil dan bisik-bisik kekaguman terdengar. “Astaga... ini... ini lebih dari panen besar!” ujar Sinta dengan mata membesar.
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 422 kali sebagai kutukan yang disentuh menjadi emas
Baca
+Pustaka
Imperfect Love

Imperfect Love

Akhirnya Yasmen membuka mulutnya setelah terdiam beberapa saat. “Yasmen.” Byakta kemudian berdiri, saat melihat Bira berjalan ke arah mereka. “Emas, harus ditempa dan dibakar dulu supaya bisa jadi logam mulia. Sama seperti berlian, dan banyak hal lainnya.” “Nggak ada hubungannya sama aku, ya!” Yasmen pun ikut berdiri, setelah melihat arah pandangan Byakta.
10102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai kutukan yang disentuh menjadi emas
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Biru

Legenda Pendekar Biru

Jumanta dan para anggota Divisi Tikus memang tidak bisa melihat, tetapi indra perasa mereka langsung mampu menyadari bahwa apa yang diinjak merupakan logam mulia, membuat mereka berjalan jinjit seakan tidak ingin mengotori ruangan tersebut. “Hahahaha, apa yang kalian lakukan paman? Injak saja, ini hanya lantai tidak perlu dihormati seperti itu,” Lintang tertawa. Lintang tidak lagi menilai emas sebagai harta, di mana jika dirinya mau, dia bisa menciptakan emas itu sendiri dari energi milik Kalayuda. “A-apa tidak apa-apa pemimpin besar?” tanya Jumanta selayaknya orang bodoh.
1020.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 553 kali sebagai kutukan yang disentuh menjadi emas
Baca
+Pustaka
Cursed : Kutukan Kembar Tampan Season 1-2

Cursed : Kutukan Kembar Tampan Season 1-2

ucap Ocean lama kemudian dengan suara lirih dan dingin, "Inilah pedang terkutuk yang tak pernah boleh jatuh ke tangan siapapun, sebab konon bisa membuat pemegangnya akan segera membunuh siapapun, pemegang yang memiliki dendam kesumat dalam hatinya." "Belum lagi gulungan perkamen terkutuk itu." tambah Sky dengan suara lirih dan dingin yang tak seperti biasanya. 'Duh, kok aku tetiba jadi merinding?' Emily merasa ada aura berbeda terpancar dari kedua pemuda itu, tiba-tiba seakan mencekam dirinya di siang hari cerah di tempat antik seluas dan seterang ini.
1031.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 717 kali sebagai kutukan yang disentuh menjadi emas
Baca
+Pustaka
PENDEKAR PEMBASMI SILUMAN

PENDEKAR PEMBASMI SILUMAN

Begitu juga dengan Bu Yanti. Pak Janaka mengambil sesuatu yang berada di dalam saku celananya yang tak lain dan tak bukan yakni koin emas. Pak Janaka langsung melempar koin emas itu pada Ambu seraya berteriak. Sesaat kemudian Ambu yang membatu langsung sadarkan diri mendengar teriakan bapaknya. Ambu juga segera menangkap koin emas tersebut namun tak langsung berlari.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai kutukan yang disentuh menjadi emas
Baca
+Pustaka
Terjerat Oleh Sentuhannya

Terjerat Oleh Sentuhannya

Tangan kenzi pun tetap menuntun tangan Dini untuk menyentuh pusakanya. Dini pun semakin terbuai dengan ciuman lembut Kenzi dan tanpa sadar tangannya sudah menyentuh pusaka Kenzi. Kenzi melepaskan ciuman saat tangan Dini menyentuh pusaka dan Dini terbelalak saat tersadar menyentuh sesuatu yang belum pernah disentuh, ada rasa takut di hati Dini membayangkan pusaka yang Kenzi bilang tadi berdiri tegak dan bergerak-gerak.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai kutukan yang disentuh menjadi emas
Baca
+Pustaka
Kutukan Cinta

Kutukan Cinta

"Sekeras apapun kamu berusaha, gak akan merubah keputusanku Ga. please sudahi aja." "Aku gak bisa Nad. Kamu gak ngerasa kalau ini sangat ajaib. Semesta memberikan keajaibannya untuk kita bisa bertemu lagi seperti sekarang yang bahkan gak pernah aku bayangin bisa ketemu sama kamu lagi dengan cara seperti ini" Ega membagi fokusnya menyetir dan terus berbicara. Meski lawan bicaranya masih acuh. "Dan aku gak mau nyia-nyiain kesempatan yang diberikan semesta itu Nad. Aku mau ngusahain segala cara yang aku bisa."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai kutukan yang disentuh menjadi emas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status