Gadis Tanpa Ingatan
“Dan saya gurunya. Amara kecil menulis lagu berjudul Langkah Kecil di piano, sesuatu yang tak mungkin dilupakan. Raina—atau Amara—bisa memainkannya kapan saja. Itu karyanya sendiri.”
Raina menatap piano tua di sudut ruangan, jantungnya berdegup kencang. Ia berdiri, melangkah ke sana, lalu duduk. Jemarinya menyentuh tuts pelan, dan entah dari mana, melodi itu mengalir. Lagu sederhana, penuh kepolosan masa kecil, tapi juga sarat kerinduan. Air matanya jatuh saat nada terakhir bergema.
Ruangan hening. Beberapa anggota dewan tampak terharu. Nadine menggertakkan gigi, wajahnya memerah.
Hot Chapters