Tarian Persembahan Sang Ratu
Lalu dengan kemampuannya, wanita itu melompat ke dahan pohon kecil di atasnya, berkat kelenturan tubuhnya selama menari dan juga ia yang kurus, tubuh Arunika mampu berada di atas sana beberapa waktu sampai para penjaga menghilang.
“Tempatnya paling belakang, Tuan, lewat dari kandang kuda tempat kita bertemu beberapa waktu lalu,” tunjuk penari bermata kelam itu. Mereka terus berjalan berdua, terkadang sembunyi jika penjaga mulai terlihat. Sampai akhirnya dua orang itu telah tiba di depan dua patung penari yang tak memakai penutup tubuh bagian atas. Azam sampai menundukkan pandangan lagi. Sudah banyak matanya melihat sesuatu yang seharus tak nampak.
Hot Chapters