Baru saja selesai membaca novel 'Desa Penari' karya Ahmad Tohari dan rasanya seperti diajak menyelami kehidupan pedesaan yang penuh warna. Ceritanya mengisahkan tentang Ronggeng Darsih, seorang penari ronggeng yang menjadi pusat perhatian di desa kecil. Lewat Darsih, kita melihat bagaimana tradisi ronggeng tidak sekadar hiburan, tapi juga mencerminkan dinamika sosial, cinta, dan konflik batin.
Yang menarik, novel ini tidak hanya fokus pada Darsih tapi juga pada masyarakat sekitar yang terpengaruh kehadirannya. Ada Srintil, murid Darsih yang polos, dan Rasus, pria desa yang terpesona sekaligus terpuruk oleh dunia ronggeng. Tohari berhasil membungkus semua itu dalam narasi yang puitis namun tetap menyentuh, membuat kita merasakan getir-getirnya kehidupan mereka.