Pungguk Merindukan Bulan
"Aduh Seika, musti berapa kali kubilang? Aku nggak kecewa, nggak apa-apa. Sudahlah … Kita lupakan saja, ya? I love you deh, pokoknya."
"OK, thanks. I love you too, Kama."
Bukan Kama namanya kalau tidak membuat Seika setengah menjerit karena panik. Bayangkanlah! Dalam suasana yang romantis so sweet itu tiba-tiba Kama pura-pura meringis kesakitan sambil memegangi dadanya. Sontak, Seika kalang kabut. Berdiri dari kursi, memindahkan tubuh tepat di samping Kama. Bingung harus bagaimana?
Bab Populer