Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Passionate CEO - Malam yang Tak Terlupakan

Passionate CEO - Malam yang Tak Terlupakan

Pria yang biasanya dingin itu tampak senang dengan mainan barunya, membuat Mysha mengulum senyum. "Aku sudah meminta salah seorang barista temanku mengajari cara menggunakannya." William dengan cekatan mempersiapkan air panas dan cangkir, sebelum mengeluarkan kopi yang dimasukkan dalam wadah besi. "Sengaja aku memanggang biji kopi menjadi medium agar aroma dan kadar asamnya seimbang."
1019.4K viewsOngoingAdded to Library 426 Times as kopi 101
Read
+Library
Kukacaukan Acara Keluarga Suamiku

Kukacaukan Acara Keluarga Suamiku

Sekitar 100 orang pekerja, dikerahkan untuk membantuku memanen kopi. Ada dua jenis kopi yang aku tanam, yakni Arabika dan robusta. Salah satu ciri khas kopi arabika adalah memiliki rasa yang sedikit asam dan warna yang tidak terlalu pekat. Sementara itu, kopi robusta cenderung memiliki rasa yang mirip dengan jenis kacang-kacangan, lebih pahit, dan kasar.
10134.8K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as kopi 101
Read
+Library
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

Tidak seperti kebanyakan kafe yang menyuguhkan kopi dalam bentuk kemasan instan. "Kopi Arabika, dijemur selama seminggu kemudian dimasak di atas tungku dengan suhu tertentu lalu ditumbuk sembari dibacakan ayat Barjanzi, setelahnya diseduh dengan air mendidih, bukankah kopi akan terasa nikmat kalau melalui proses panjang dan melelahkan seperti itu? Untuk kopi dengan filosofinya yang begitu diagungkan, kita harus menyesapnya secara perlahan."
106.0K viewsOngoingAdded to Library 191 Times as kopi 101
Read
+Library
Nobody Knows

Nobody Knows

Kirei tidak kuasa menahan senyumannya. “Jenis kopinya yaitu arabika, librika, robusta, excelsa.” Ujar Haru lagi dia menoleh melihat Kirei yang berada di samping atasannya dengan menyunggingkan senyum. Kirei mendengus kesal mendengar kata asing baginya dia menatap kesal Haru tapi langsung merubah ekspresi menjadi senyuman saat menatap atasannya dan berkata.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as kopi 101
Read
+Library
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

Huffff miris sekali. Aku mengambil cangkir lengkap dengan alasnya. Lalu kuracik kopi hitam dengan perpaduan, satu setengah bubuk kopi hitam dengan satu sendok gula. Masukkan air yang sudah mendidih 100 derajat agar kafein dalam kopi larut sempurna. Perpaduan kopi hitam yang kental dan nikmat. Kopi telah selesai, kini aku mengambil sebuah piring. Kuisi dengan dua buah biskuit keju, dua buah biskuit coklat dan dua buah roti yang baunya harum menggelitik lambung.
107.8K viewsCompletedAdded to Library 287 Times as kopi 101
Read
+Library
Di Balik Rupa Burukku

Di Balik Rupa Burukku

"Buat saja begitu, gak perlu banyak komentar, tuan muda berpesan seperti itu, ayo cepat buat, itu airnya sudah mendidih, Mamak mau ngeracik bumbu buat makan malam." Aku segera mengambil kopi bubuk di dalam lemari, ada tiga jenis kopi bubuk dan empat jenis kopi instan di sana. "Kopi yang mana, Mak? Ada banyak merk kopi di sini," tanyaku. "Tuan muda suka kopi robusta yang dari pegunungan Masurai," jawab mamak.
1084.2K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as kopi 101
Show Reviews (26)
Read
+Library
smk sumbangsihm2
Salam kenal kak.. pertama baca gara2 lokasi cerita di kampung halaman aku. sepertinya kak author sangat mengenal kota Jambi. Aku seperti pulang kampung karena semua lokasi yg disebut langsung terbayang, apalagi setting thn 1997. Tahun terakhir sebelum merantau. Semoga sukses selalu yah
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Read All Reviews
Terjerat Gairah Pembantu Cantik

Terjerat Gairah Pembantu Cantik

Sambil berjalan, ia bergumam sendiri, "Aduh, kenapa aku bisa ngomong begitu? Apa aku tadi keceplosan? Tapi... dari mana aku tahu soal itu?" Di pantry, Nilam mencoba menenangkan diri. Tangannya sibuk membuat kopi dengan takaran 2:1 seperti yang ia sebutkan tadi. Dua sendok teh kopi hitam dan satu sendok teh gula. Aroma kopi mulai menyebar, tapi pikirannya tetap dipenuhi kebingungan. "Kenapa aku tahu ini? Rasanya seperti pernah bikin kopi seperti ini sebelumnya... untuk dia," bisiknya, mencoba mengingat.
9.8583.4K viewsCompletedAdded to Library 16.3K Times as kopi 101
Show Reviews (43)
Read
+Library
Kaisar Dewa
Izin promosi ya kak ... Hai, semua. Sembari nunggu update, yuk baca buku saya. Judulnya “Sang Menantu Terkuat”. Nama pena Kaisar Dewa. Berkisah tentang pembalasan seorang menantu laki-laki yang diselingkuhi dan diceraikan oleh istrinya di ulang tahun pernikahan mereka. Simak kisahnya…. Terimakasi
Aurora Aurora
KALO EMANG LO LAKI2 BENER, BENER2 GA LAKUIN KSALAHAN LO BOLEH MARAH, INI MALAH LO SENDIRI TERGODA SAMA RAYUAN SI NILAM SELAMA JADI PEMBOKAT LO DI RUMAH..! SAMPE LO JUGA NYELUP, SEKS BEBAS DI RUMAH SAMA SI NILAM...!!! YG JELAS2 NIATNYA BUAT GODAIN LAKI ORANG..!!! WALAUPUN EMANG JELAS2 ELISHA SALAH...
Read All Reviews
Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Di sampingnya terdapat semangkuk sup bawang kental dalam mangkuk keramik yang masih hangat, roti putih yang baru dipotong, serta sepiring kecil keju tua dan mentega segar. Valeriana menggeser beberapa mangkuk agar susunannya tampak lebih rapi. “Dan kopinya?” Anna tersenyum kecil. “Sedang diseduh, Nyonya. Seperti biasa, tanpa gula.” Valeriana mengangguk. Kael memang menyukai kopi hitam pekat—pahit dan kuat, setegas caranya memimpin pasukan. Biji kopi itu didatangkan dari pedagang selatan, digiling sendiri di dapur, lalu diseduh dalam teko logam kecil.
9.936.9K viewsOngoingAdded to Library 884 Times as kopi 101
Read
+Library
Terpaksa Akad

Terpaksa Akad

“Simbok, bagaimana komposisi yang tepat untuk membuatkan kopi Om Zuan” Simbok mengajari aku bagaimana membuat kopi, berapa suhu air yang harus aku gunakan. Juga bagaimana mengoles roti yang benar sesuai kesukaan Om galak itu. “Ribet sekali ya, Mbok! Terlalu perfeksionis ia,” ucapku menggerutu. “Hus, nanti kalau tuan dengar,” ucap Simbok sedikit berbisik.
1022.1K viewsCompletedAdded to Library 684 Times as kopi 101
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status