Gairah Liar Istriku
“Kamu sudah cukup main dengan kehidupan kami. Aku tak peduli lagi dengan semua permainanmu, Dita. Serahkan Nara padaku, serahan sekarang juga!”
Dita tersenyum miring, bibirnya berlumur darah segar. Ia menyeka dengan punggung tangannya, lalu menatap Rama dengan tatapan yang terlihat berbahaya dan penuh ancaman. “Sayang sekali, Rama… sayamg sekali.” bisiknya dengan nada rendah, setengah menggoda, setengah mengancam. “Pintu ruangan ini sudah terkunci. Bahkan aku tidak bisa membukanya. Ada orang lain yang sedang memainkan permainan ini, dan aku sudah tahu siapa. Dia Soraya. Dia tidak benar-benar mati ditembak.”