Pria Pertamaku Ternyata Seorang Penguasa
Bahkan untuk mencapai keinginannya, dia rela mengorbankan Mary yang masih kecil.
“Well, sudah waktunya,” kata Patricia lagi.
Dia merogoh sebuah tombol dari sakunya dan memamerkannya pada Ruby. Ruby membelalak, memohon penuh pada Patricia. Sekali Patricia menekan tombol, maka hitung mundur bom di tubuh Mary akan berjalan.
“Jangan, ku mohon.” Ruby menangis. “Dia masih kecil, apa kamu tahu?”
“Lalu kenapa?” Patricia mengangkat alis. “Bukankah dalam tubuhnya juga mengalir darah Angela? Aku ingin memusnahkan segala hal tentang wanita itu hingga tak bersisa di bumi ini.”
ตอนยอดนิยม