TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR
Kucing berbulu putih dengan sedikit corak cokelat di telinga—berloncat ke pangkuan Hina, mendengkur pelan.
“Kucing itu kayaknya betah banget di sini,” ujar Hina sambil mengelus kepala kucing itu. “Dia nggak takut hujan, tapi begitu ada bangku, langsung tidur.”
Arga tersenyum kecil, mengambil sisa roti yang tadi dibelinya di kafe. "Mungkin dia lapar. Nih, makan." Ia menaruh potongan kecil di telapak tangan, dan kucing itu langsung menyambar, mengunyah cepat sebelum menjilat-jilat jemarinya.
Bab Populer