Suatu malam Gairah
Saya tinggal satu menit lagi menuju ledakan.
"Oh, dan Kucing?" Kucing lagi? Aku benci nama itu. Apa pun yang berhubungan dengan serigala, singa, atau kuda jantan. Kitten terdengar kekanak-kanakan. "Kitten, lihat aku." Aku menyeret tatapanku untuk bertemu dengan tatapannya. "Kamu tidak boleh orgasme tanpa seijinku. Jika kamu orgasme, kamu tidak akan bercinta selama sebulan lagi." Saya menatapnya dengan ngeri, tahu betul bahwa saya masih 1 menit lagi. Bisakah seorang pria menangis? Saya ingin menangis karena tidak mungkin saya tidak akan ejakulasi. Urat-uratku keluar, melotot, berteriak minta dibebaskan. Saya mulai berkeringat. Pembuluh darah di wajah saya menjadi bukti bahwa saya sudah selesa