Dinodai Kakak Sebelum SAH
"Sini ... sini ... biar Ayah gendong dua-duanya, begini lebih baik, kan?"
Di ruang tunggu Bandara, gue liat interaksi sebuah keluarga berada jauh di sudut lain. Gue merindukan hal kecil seperti itu. Selama ini hidup gue terasa hampa dan kosong. Bagaikan jasad tanpa jiwa, bangkai tak bernyawa. Bergelimang harta tapi tak bahagia. Tanpa sadar air mata gue meleleh di pipi, dengan cepat menghapusnya dan terhenti di sana.
Tanda lahir yang sudah tak lagi ada, apakah juga satu tanda bahwa aku bukanlah anak Bunda?
Hot Chapters