MENANTU yang DIREMEHKAN TERNYATA MERESAHKAN
"Nah, Barra! Untuk kamu, ruangan yang sudah difasilitasi teknologi hologram projector itu bisa kamu gunakan kapan saja, tapi dengan satu syarat."
Barra mendongak tinggi menatap Wisnu dengan kernyitan dahi.
"Mulai komitmen dengan diri sendiri agar mau berteman dan bersosialisi dengan teman sebayamu." Wisnu menyejajarkan tubuh dengan Barra, lalu menunjuk anak-anak sebayanya yang pagi ini sedang melakukan kegiatan menanam bibit sayur organik dengan proses hidroponik, seperti Selada, Kangkung, dan Pakcoy, di lahan pertanian yang disediakan sekolah di belakang bangunan. "Mau coba?"