KINASIH
Wijaya tertawa kecil, lalu menepuk lembut puncak kepala wanitanya seraya berkata, "bagus, kau benar-benar bisa diandalkan."
"Tapi, untuk apa semua ini? Bukankah dia tak ada hubungannya dengan keluarga Bapak?" bisik si wanita yang kini mendekatkan tubuhnya pada sosok pria beristri yang tak lain mantan majikannya sendiri.
Hanya senyum tipis yang menjadi jawaban, sementara kedua tangan Wijaya mulai bermain di tubuh Susi -mantan art yang kini menjadi simpanan, sekaligus alat untuk melancarkan semuanya. Mereka saling beradu kasih, dan tak menunggu lama, Susi menarik Wijaya ke dalam kamar, melanjutkan aksi mereka di sana.
Hot Chapters