Petaka Lingerie Merah
Benar saja, saat aku berjumpa dengan kedua orang kaya itu di dalam ruangan Bu Kinanti, kepala panti asuhan yang sudah tua, gendut, dan galak itu, mereka berdua langsung menyambutku dengan sangat baik.
“Tampan sekali kamu, Sayang. Siapa namamu?” tanya seorang perempuan berkulit putih dan berwajah sangat cantik. Selama aku tinggal di panti, tidak pernah aku melihat ada orang secantik ini. Bu Salwa bahkan kalah jauh. Mataku sampai tak berkedip saat melihat barisan alisnya yang rapi dan tebal, serta kedua mata hitam berbulu panjang lentik tersebut.
Sikat na Kabanata