RInai (Cinta Tak Sesakit Ini)
perintahnya.
Tampak keringat sudah membuat basah seluruh tubuh Nailah. Rasa sakit pun semakin menjadi, sehingga remasan pada tangan Rinai pun lebih kuat. Rinai hanya meringis pelan saat tangannya dijadikan pelampisan sakit oleh Nailah. Namun, dia tak mengeluh sama sekali, jika wanita itu bisa melahirkan dengan selamat, adalah pengalaman pertama Rinai menyaksikan lahirnya sebuah kehidupan baru. Tanpa sadar air mata Rinai ikut menetes melihat perjuangan Nailah. Setelah berapa kali mengejan disertai lenguhan Nailah, bayi cantik itu lahir. Berkulit putih, hidung mancung, dan alis serta rambut hitam lebat. Benar-benar ciptaan Tuhan yang sempurna.