DOSA TERINDAH
“Itu artinya aku bisa dengar suara lain, juga bisa ngeliat orang lain, tapi di pikiranku cuma ada kamu, Aya.”
“Lah, malah ngegombal.”
“Nggak ngegombal. Kurasaaa ....” Dia menatapku dalam dalam.
Aku menanggapi tatapannya dengan menaikkan alis.
“Kurasa tadi minuman itu ada obatnya,” katanya. “Dan kurasa obatnya baru bereaksi sekarang, Aya.”
“Hah? Mana bisa gitu, Pi!”
“Iya, beneran. Tiba-tiba aja pengen ngapa-ngapain kamu.”