KEMBALINYA SANG RATU
Kelahiran yang Menyala dalam Kegelapan
Sinta menjerit. Suaranya bukan suara manusia, melainkan lengkingan elang yang menyayat awan. Dari antara kakinya yang bergetar, cahaya biru menyembur seperti aurora yang terkurung ribuan tahun. Bayi itu lahir dengan kepala tegak, mata terbuka lebar—dua mutiara hitam yang di dalamnya berkilauan galaksi miniatur.
"Namanya... Lintang," desis Sinta, jarinya menyentuh dahi bayi yang sudah dihiasi guratan biru mirip peta konstelasi.