Suami Perkasa
Memberi waktu, memberi sentuhan, memberi cinta.
Tubuh mereka menyatu dalam irama yang lambat, intim, dan dalam. Tak ada yang meledak-ledak. Hanya desir halus napas, gumaman rindu, dan panggilan-panggilan nama yang dibisikkan dalam nada lembut.
Di tengah pelukan yang menenangkan, Carlos mencium bahu Keira dan berbisik, “Aku cinta kamu.”
Kalimat itu membuat Keira terdiam. Kata-kata itu terasa… lebih manis dari biasanya. Lebih dalam. Lebih tulus. Tapi juga terasa… seperti pengalihan. Seperti ada sesuatu di baliknya.