Biarlah Kita Berakhir di Sini
"Aku memimpikanmu setiap malam. Dalam mimpi itu, aku cuma bisa bilang satu hal. Aku minta maaf."
"Aku sangat ingin kembali ke hari itu. Kalau saja aku bisa kembali, aku pasti nggak akan lari."
Lea duduk di atas tanah, bersandar pada batu nisan, persis seperti dulu saat mereka berdua berbagi rahasia kecil.
"Tahu nggak, aku hampir bisa menyusulmu, tapi aku takut. Aku takut kamu nggak ingin melihatku. Aku takut kamu juga membenciku."