Serenade Cinta Dibawah Bintang
Ia duduk di depan piano tuanya, jari-jarinya memainkan melodi pelan yang belum punya lirik, namun terasa akrab di dada.
Di atas meja, secarik kertas berserakan—catatan lagu, potongan pesan dari Luna, dan sketsa melodi yang belum rampung. Satu di antaranya adalah tulisan tangan Luna, dikirim lewat surat terakhirnya dari Kyoto.
“Aku sedang membuat cerita baru. Tentang gadis yang menemukan bintangnya… dan pria yang tetap menjadi langitnya.”