Maaf, Aku Memilih Mundur
Air mata yang telah lama tertahan akhirnya mengalir dengan deras.
Tidak ada yang menginginkan perpisahan, karena menyadari bahwa itu akan melukai banyak hati. Namun, bertahan juga hanya akan menyebabkan saling menyakiti. Oleh karena itu, satu-satunya pilihan adalah memilih jalan yang mengakibatkan perpisahan, demi kebaikan bersama.
“Entah takdir apa yang tengah Tuhan rencanakan. Tapi aku tahu, jika Tuhan mempercayakan semua di pundakku. Sebab Dia tahu, jika aku kuat. Aku kuat ‘kan?”