Ketika Istriku Minta Talak
Kuremas benda pipih di genggaman, menimbulkan rona merah di telapak tangan.
“Ya, masih ada kesempatan, pergilah, Dokter!” Layla meyakinkanku.
“Bagaimana dengan kamu?” tanyaku menatapnya lekat.
Wanita itu terkekeh kecil, menunjukkan barisan giginya yang berbaris rapi. Sesaat aku terpana lagi. Tetapi, bayangan wajah teduh Dian segera berkelebat. Sungguh, Dian memang tak secantik dua bidadari yang ada di rumah ini. Jika Embun mendapat nilai seratus, Layla delapan puluh, maka Dian hanya enam puluh.
Hot Chapters