Cinta yang Membawa Luka
"Zahra, hidup ini bukan tentang bagaimana orang lain memandangmu. Kita tidak bisa mengontrol apa yang orang lain pikirkan, tapi kita bisa memilih untuk menjadi siapa kita sebenarnya. Jangan biarkan penilaian orang lain mengendalikan pilihan hidupmu."
Zahra terdiam, matanya mulai berkaca-kaca. Aisyah menyadari betapa berat perasaan sahabatnya. "Dengarkan aku, Zahra. Kamu memiliki hak untuk memilih jalannya hidupmu sendiri. Tidak ada yang bisa menghakimi keputusanmu, karena hanya kamu yang tahu apa yang terbaik untuk dirimu."
"Masalahnya adalah, aku tidak tahu apa yang terbaik," Zahra mengakui dengan terbuka. "Aku merasa sangat kehilangan arah."
Capítulos em Alta