Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya
Riasan wajahnya yang sedikit berantakan justru membuatnya terlihat berkali-kali lipat lebih menggoda di mata Satria.
"Kamu bener-bener hebat hari ini, Satria," bisik Liana, jemarinya perlahan merayap di dada bidang Satria, merasakan detak jantung pemuda itu yang bergetar kuat seiring dengan aktifnya tato naga di kulitnya. "Aku beneran gak nyangka... kamu bisa bikin keluarga Hendrawan hancur seketika tanpa perlu angkat senjata."
"Itu karena mereka sombong, Li. Dan di dunia ini, kesombongan selalu punya harga yang sangat mahal untuk dibayar," sahut Satria dengan suara rendah yang menenangkan.