Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
OBSESI BARA

OBSESI BARA

Perempuan itu terkeksh kecil kala Alby mengangkat kedua tangannya dengan ucapan penuh ingin. "Ya Allah, semoga bayi yang ada di pelut Bunda laki-laki semua. Jangan ada yang pelempuan, Al enggak mau punya adik pelempuan. Meleka itu nakal, suka teliak-teliak! Al enggak mau punya adik sepelti itu. Aamiin... " Laila tertawa menggeleng. Begini kalau aktif kala masih kecil, apapun selalu berhasil membuat Laila tertawa.
1027.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 823 kali sebagai lirik alfi laila wa leila
Baca
+Pustaka
Pria Alfiyah

Pria Alfiyah

"Enggeh, Kyai." Kyai Kholil, gus Rayhan, dan Iklil, ketiganya memasuki masjid dengan disambut santri putra yang berebut mencium punggung tangan kyai-nya. Kyai Kholil memerintahkan Iklil untuk iqomah. "Allahu akbar, allahu akbar, asyhadu anlaa ilaaha illallah ...," Kedua kalinya, Aini tersenyum oleh suara yang dihasilkan Iklil. Begitu merdu.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai lirik alfi laila wa leila
Baca
+Pustaka
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Ia mencium punggung tanganku, matanya menatap ke arah taman tempat bunga melati tumbuh subur dan harum, menembus udara pagi yang segar. "Kita telah melewati begitu banyak hal, Lianhua. Pengkhianatan, perang, keraguan, perpisahan... tapi setiap kali kita berdiri bersama, kita selalu menang. Bukan karena kita kuat sendirian. Tapi karena kita menjadi kuat saat kita bersama."
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai lirik alfi laila wa leila
Baca
+Pustaka
Gairah Liar Istriku

Gairah Liar Istriku

“Ironis, bukan? Api bisa membakar kulit dan tulang, tapi tidak bisa membakar sebuah niat.” Ia menekan tombol play. Dari speaker yang nyaris tak terdengar, muncul suara Dita—parau, berat, namun penuh kesadaran yang mengerikan. “Jika aku gagal, maka biarlah suaraku yang menuntun kalian. Kebenaran tak akan mati bersamaku.” Gema suara itu bagai datang dari kedalaman jurang, bercampur dengan bunyi statis dan letupan kecil yang dihasilkan oleh panas ekstrem.
12.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai lirik alfi laila wa leila
Baca
+Pustaka
Halalkan Aku Saat Hilal

Halalkan Aku Saat Hilal

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar Asyhadu allaa illaaha illallaah Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah Hayya 'alashshalaah Hayya 'alalfalaah Qad qaamatish-shalaah, Qad qaamatish-shalaah Allaahu Akbar, Allaahu Akbar Laa ilaaha illallaah Terdengar suara Iqamah terdengar dari Masjid yang tempatnya tidak jauh lagi, Mazaya melangkahkan kaki dengan sedikit cepat dan diikuti oleh Daffa. "Ahh telat jamaah. Gara - gara kamu tau gak mas!" Katanya dengan tatapan tajam. Daffa bukannya marah justru tersenyum kecil saat melihat tingkah lucu Mazaya. *** Sedangkan ditempat lain, Mafaza tengah menunggu panggilan dari Asisten Dokter kandungan tempat ia periksa. Berkali - kali Liam - Suami menghubunginya dan memasti
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai lirik alfi laila wa leila
Baca
+Pustaka
Balada Sebutir Telur

Balada Sebutir Telur

tuntun Marwan di kuping iparnya itu. “as yha du an laa ilaaha illallahahu waasyhaduanna muhammadar rasuulullah” pelan tapi pasti albi mengikuti ucapan bang Marwan setelah itu perlahan-lahan hembusan nafas albi menjadi semakin lirih dan tiada. “innalillahi wainnalihahi rajiun” ucap Marwan setelah itu menutup mata sang adek ipar. DEG “kak tolong jelaskan ini tidak mungkin kan? Bang albi masih disini kan ya?” tanya Fatimah seperti orang linglung bertanya kepada kakaknya itu.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai lirik alfi laila wa leila
Baca
+Pustaka
Sayangilah Aku

Sayangilah Aku

Pricilia Kartika
"Iya, hati-hatilah di jalan.'' Aldo hanya diam dan mengangguk pelan. Dia lalu beranjak pergi dari rumah Aarav dan pulang ke rumahnya. Meski pun Aldo kadang sempat cemburu pada Aarav karena melihat Tiara yang lebih mencintai Aarav daripada dia, namun baginya, Aarav sudah seperti saudaranya. Entah dia yang dicintai Tiara, atau bukan, itu akan tetap sama saja. Tidak ada yang lebih penting daripada melihat sahabatnya bahagia, sekalipun dengan cara yang menyakitkan seperti ini, mengorbankan cintanya. Aldo mengembuskan napasnya berat, dia kembali melanjutkan perjalanannya. *** Aarav masih dalam keadaan tak sadarkan diri. Dia terus saja mengigau dan menangis sesenggukan. Di sisi lain, Angga sedang
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai lirik alfi laila wa leila
Baca
+Pustaka
Hasrat Liar Ibu Tiri Suamiku

Hasrat Liar Ibu Tiri Suamiku

] [Lalu? Aku diam sesaat. Bingung harus menjawab apa. [Put, kalau kamu masih anggap aku teman tolong kasih tahu aku. Enggak susah kan cuma ngomong apa yang kamu inginkan?] Melly orang baik dan aku yakin dia bisa dipercaya. Jadi aku memutuskan untuk berbagi sedikit kesedihanku padanya. [Aku berdoa dan berharap di hari spesialku ini aku bisa menemukan kedua orangtuaku. Aku ingin cepat-cepat berkumpul lagi dengan mereka dan lari sejauh-jauhnya dari rumah ini.]
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai lirik alfi laila wa leila
Baca
+Pustaka
Mimpi Kelam Lilian

Mimpi Kelam Lilian

ucap sang pria dengan posisi berlutut di atas hamparan pasir lembut setengah terengah. "Sudah kubilang bukan, aku bisa mengalahkanmu, Jaden," ucap Lilian puas. "Tentu, semua gerakan muay thai- mu begitu sempurna setahun ini, Sayang. Aku mengakui itu," ucapnya dengan senyum mengembang. Jaden dan Lilian kemudian saling berciuman lagi di sepanjang pinggiran Pantai Amalfi yang begitu indah.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai lirik alfi laila wa leila
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Guru mulai memanggil peserta no 7 untuk maju dengan percaya diri Delia membacakan bait demi bait syair yang ia buat bersama Damar berjudul senja. Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai lirik alfi laila wa leila
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status