Mengulik makna 'story' dalam bahasa Indonesia selalu bikin aku tersenyum karena ternyata nggak cuma satu dimensi. Kata ini bisa berarti 'cerita' dalam arti tradisional—kisah yang disusun dengan plot, tokoh, dan konflik seperti di novel 'Laskar Pelangi'. Tapi di era digital, 'story' juga merujuk pada konten visual ephemeral di Instagram atau TikTok yang hidup cuma 24 jam. Lucu ya? Dua dunia berbeda tapi pakai istilah sama. Aku sendiri lebih suka memaknainya sebagai 'jejak pengalaman', entah itu lewat tulisan atau video singkat.
Yang menarik, 'story' juga sering dipakai buat narasi personal. Misalnya pas temen bilang, 'Dengerin story gue dong!' itu artinya dia pengin berbagi fragmen hidup. Jadi selain struktur formal, ada nuansa intimacy yang bikin kata ini terasa hangat. Kalau dipikir-pikir, kekuatan 'story' justru ada di fleksibilitasnya—bisa jadi mahakarya sastra atau sekadar obrolan ringan di warung kopi.