The Hottest Desire (Bahasa Indonesia)
Bara berbisik, “Tidak perlu takut. Aku mengenalnya, dan dia tidak mungkin menyakitimu. Sekarang tersenyumlah.”
Setelah berbisik seperti itu, Bara menatap sosok pria yang tubuhnya tak kalah kekar dengannya. Namun, sosok pria tersebut sudah dipastikan adalah orang asing. Hal tersebut dibuktikan dengan netranya yang berwarana biru langit serta wajahnya yang jelas-jelas bukan produk lokal. “Maafkan aku karena datang terlambat. Kekasihku, sangat jarang ke luar dari rumah, karena itulah memerlukan banyak waktu bagiku untuk membujuknya mendampingiku makan malam bersama,” ucap Bara.
“Tidak apa-apa, silakan duduk,” ucap pria tersebut dengan bahasa Indonesia yang fasih. Hal tersebut lebih dari cukup m