MENJEMPUT ISTRIKU
"Seperti biasa, pagi pun tunduk menyambut langkah Anda."
Thally menoleh perlahan. Pandangannya tenang, sopan, namun terlalu datar untuk disebut hangat.
"Kapten Tony. Ternyata Anda tak hanya lihai menyusun laporan, tapi juga puisi."
Tony tertawa kecil, santai namun awas. "Kalau pagi dimulai dengan pujian untuk yang layak, saya yakin langit akan lebih cerah."
"Langit akan cerah," balas Thally ringan, "kalau tak ada kemunafikan yang melayang di antara awan."
Hot Chapters