PERFECT HUSBAND
“Ni..’singkatnya, aku tersenyum hangat melihat wajahnya, pengen cium tapi ya mau gimana orangnya lagi ngambek.
“Kenapa wajahnya gitu?”ucapnya aku nyengir sembari menggeleng.
“Gak ada mas, seneng aja Ina dapat ice cream.”ucapku dengan hati riang, sedikit ia menaaikkan alis dan berkata.
“Ya udah tunggu sini,”singkatnya beranjak masuk, aku tersenyum melihat langkahnya.
“Love you sayang.”bisikku, aku menghela nafas bersandar sembari menikmati ice cream kesukaanku itu
Bab Populer