Kebangkitan sang Dewa Naga
Di antara kerumunan pengikut aula Mytic—yang selama ini seolah tak terkalahkan—sejenak terjadi keheningan, seakan mereka terperangkap dalam mimpi buruk yang membungkam gerak.
"Saudara-saudara, kesempatan untuk mengajarkan murid-murid aula Mytic tak datang dua kali. Apakah kita akan melewatkannya?" seru Duncan dengan semangat yang membakar, mengangkat tangannya seakan memimpin badai.
Tak lama kemudian, suara lantang seruan balasan menggema. "Tidak! Kita takkan mundur!"
Teriakan itu mengobarkan semangat, dan tanpa ragu, mereka menyerbu dengan amarah yang terpancar dari setiap seruan. "Lalu, mengapa kau ragu? Berikan padaku tantangannya!"