Lirik 'Orange' dari 7!! (Seven Oops) itu sebenarnya punya kedalaman emosional yang bikin merinding, terutama buat yang pernah nonton 'Your Lie in April'. Lagunya sendiri jadi semacam soundtrack kehidupan yang manis sekaligus pahit, kayak jeruk itu sendiri—rasanya segar tapi ada getirnya. Aku selalu ngerasa liriknya nangkep perasaan tentang kenangan, waktu yang berlalu, dan hubungan yang nggak bisa kembali lagi.
Kalau diterjemahkan secara bebas, liriknya bercerita tentang seseorang yang mencoba bertahan di tengah perubahan, sambil mengenang momen-momen indah bersama orang lain. Ada line 'Kimi to no mirai yume miteita' yang artinya kurang lebih 'Aku pernah bermimpi tentang masa depan bersamamu', dan itu bikin sedih karena implikasinya adalah mimpi itu udah nggak mungkin terwujud. Nuansa nostalgianya kental banget, apalagi dengan metafora musim yang terus berganti—seperti halnya hubungan manusia yang bisa berubah tanpa bisa dihentikan.
Yang paling bikin aku terkesan adalah bagaimana lagu ini nggak cuma sedih, tapi juga ada unsur penerimaan. Di bagian 'Soredemo hikari wo oikaketeru' ('Meski begitu, aku masih mengejar cahaya'), ada sense of resilience yang bikin lagu ini nggak cuma melankolis tapi juga memberi harapan. Aku sering mikir ini kayak pesan buat move on tapi tetap ngambil pelajaran dari masa lalu, kayak biji jeruk yang nggak bisa dimakan tapi bisa ditanam jadi pohon baru.
Setiap denger 'Orange', rasanya kayak lagi ngobrol sama versi lebih dewasa dari diri sendiri. Lagu ini ngingetin aku bahwa semua perasaan—baik yang manis atau pahit—itu bagian dari tumbuh. Dan somehow, di antara semua lirik sedihnya, tetep ada kehangatan kayak sinar matahari sore yang warnanya orange.