Suami Warisan
Rengganis maju terus, selagi perhatian semua orang tertuju pada idenya, bukan lagi pada kesalahannya yang melamun ketika rapat “Ya, tapi bukan pakaian tradisional yang jamak dipakai ketika acara pernikahan atau seremoni. Namun, pakaian sehari-hari. Pakaian adat dari zaman Kerajaan.”
“Kerajaan apa yang kamu maksud?”
“Ehm…” hanya satu Kerajaan yang berada di otaknya saat ini, “Sunda. Siliwangi. Pajajaran. Semacam itu.”
Alis Sarah terangkat, begitu juga orang-orang yang ada disekitar mereka. Anggota tim lainnya mulai kasak-kusuk, saling berbicara dengan teman sebelahnya.
Sarah melirik ke sekeliling meja kemudian beralih pada Rengganis dan bertanya, “Why?”