Rindu yang Terluka
"Hish, dibilangin kok ngeyel. Biar mak saja yang ngerjain. Kamu siap-siap saja. Besok kalian mau bulan madu ke Jogja, kan?"
Pipi Lastri langsung merona merah. Tersipu mendengar kata bulan madu. Jadi ingat tadi malam, waktu Rinjani menemuinya di kamar dan memberikan paper bag berisi beberapa lingerie dengan berbagai warna. "Saya belikan ini buat kamu, Tri. Dipakai, ya."
"Ya ampun. Saya malu. Bu Dokter, yang pantes make ginian. Saya mana pantas," cicit Lastri setelah memperhatikan model baju itu.