Tujuh Tahun Yang Suram
“Nggak apa – apa, bunda temani disini tunggu ayah Irina datang ya, dan bunda minta maaf sayang, bunda kira semuanya sudah pulang, tadi bunda ke rumah depan dulu bantuin bu Juriah siapin jualan nak.”
Andira merenggangkan pelukan dan menghapus air mata gadis berumur enam tahun itu.
“Udah, jangan nangis lagi ya, bunda Dira temani disini.”
Gadis kecil itu terdiam sejenak.
“Bunda...i-irina laper bunda.” Gadis kecil itu berkata masih dengan tersedu.
“Ya Allah nak, kenapa baru bilang sama bunda, Irina tunggu sini ya nak, bunda ambilin nasi kuning mau?”
Hot Chapters