Bara Dendam Sang Prabu Boko
Dengan suara yang tersedat-sedat oleh kesedihan dan rasa bersalah yang menusuk, ia memohon pengampunan, air mata mulai mengalir deras di pipi yang keras itu, meninggalkan jejak kelemahan yang manusiawi.
"Ampuni hamba, Gusti Putri... Sungguh, ribuan kali ampuni hamba, dan ampuni kami semua, para punggawa dan ksatria yang buta oleh sumpah, yang tak mampu menjaga martabat ayahanda Prabu yang mulia dari ambisi sesaat, ataupun melindungi kehormatan dan kebahagiaan Gusti yang sejati," ucap Rukma, suaranya kini bergetar, lebih lirih dan putus asa dari sebelumnya. "Ayahanda Prabu yang mulia telah pergi sebagai seorang ksatria sejati, mencapai moksa dalam dharma agung yang kekal, sebuah jalan kesatri
Bab Populer