Air Mata Kerinduan
“Rani, meski kamu nggak suka dengan ibu, kamu juga nggak boleh terus mencari-cari kesalahannya! Apa bedanya pria dan wanita? Mau pakai atau nggak, terserah kamu!”
Sikap suami yang acuh tak acuh itu membuatku merasa sangat sedih.
Yang akan disentuh pria lain itu istrinya, bukan istriku.
Dia bahkan tidak keberatan, apa lagi yang bisa kukatakan?
Aku menggigit bibir dan berpura-pura tidak peduli.
“Yasudah, kalau begitu nggak perlu diganti.”
Namun, saat tiba saatnya untuk pijat laktasi keesokan harinya, aku kembali merasa canggung.
Bab Populer