Hati yang Kau Sakiti
Wajahnya tampak sedih, dan ia melangkah mendekat dengan ekspresi yang seolah menunjukkan kepedulian.
"Kiran, Mas … aku turut berduka cita atas musibah yang kalian alami," ujar Lita yang terlihat sedih. "Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya kehilangan seperti ini."
Kiran menghentikan langkahnya sejenak. Ia menatap Lita yang berdiri di depannya. Senyum tipis terukir di bibir Lita, tapi bagi Kiran, senyum itu tampak menyebalkan. Kiran merasa ada sesuatu yang salah dengan sikap Lita. Sesuatu yang membuat darahnya berdesir dengan amarah yang ia tahan-tahan.