WARISAN DARI BAPAK
WARISAN DARI BAPAK
[Fira, boleh tidak kalau tanah yang di samping rumah Wak Ijah itu, Kakak pinjam dulu.]
Aku mengernyit. Pesan dari Kak Helmi datang pagi ini. Mas Lian yang sedang berjemur dengan Bapak pun ikut mengernyit.
"Kenapa kamu, Dek?"
"Oh, nggak, Mas."
Buru-buru aku menyimpan ponsel. Akan kuceritakan nanti saja, jangan di depan Bapak.