Sang Pewaris
Bagiku, itu bukan apa-apa.
“Ingat, Cil! Itu adalah wasiat ibumu. Harus kamu laksanakan demi kebaikan semua.” Wak Samsul mewanti-wanti, saat melihat aku tak memedulikan ucapannya.
Ragu, kuambil kartu itu, menimangnya sebentar sebelum akhirnya memutuskan untuk menyimpannya.
“Aku pulang dulu, Wak!”
“Hati-hati! ingat! Laki-laki itu menghadapi masalah, bukan lari dari masalah.” Ucap beliau seraya menghembuskan kepulan asap rokok dari bibirnya.
Hot Chapters