Dokter Ajaib Primadona Desa
Beberapa saat kemudian, Tirta memegang sebuket bunga liar dan rumput-rumput, lalu berkata dengan romantis, "Sudah Kak, sudah boleh buka matanya. Ini hadiah untukmu, suka nggak?"
"Tirta sialan! Kamu menipuku dengan benda ini?!" teriak Nabila setelah membuka matanya dengan penuh harapan dan malah melihat sekumpulan bunga liar itu. Di bagian akarnya bahkan masih ada tanah yang tersisa. Jelas sekali Tirta baru saja mencabut bunga itu. Seketika, matanya jadi berkaca-kaca karena sedih.
"Kak Nabila, benda ini sangat bagus. Alami dan indah, bahkan bisa menghasilkan oksigen!" balas Tirta dengan wajah serius.
Chapitres populaires