Cinta Untuk Anseara
"Bu, Fadil janji, mereka semua akan menanggung dosa dosa yang mereka buat! Dan pasti akan mendapat balasan yang lebih menyakitkan dari apa yang sudah ibu alami."
Disisi lain, Anseara tengah terduduk sembari memandangi dirinya di cermin. Pakaiannya masih basah karena ia belum menggantinya. Tak terasa air matanya kembali menetes, dengan tatapan kosong. Tangannya yang lentik menghapus kasar bulir air mata yang semakin deras menetes.
"Tidak pantaskah aku bahagia, Tuhan? Tidak pantaskah aku hidup dengan baik, tanpa harus selalu merasa seperti ini? 3 tahun lamanya Ya Tuhan, 3 tahun lamanya aku berjuang melawan penyakit ini."
Hot Chapters