Aku, istri kedua
Eyeliner yang menghiasi matanya kini tampak ikut luruh bersama air mata yang membasahi pipi, hingga terlihat bayangan hitam dari sudut matanya sampai pipinya.
“Apa belum cukup, Syah kamu mematahkan hati orang lain? Tidak cukup mematahkan hati Mbak Zahra, hati Randi, dan kini kamu mematahkan hatiku!” ucap Anisa yang tampak menggertakkan gigi-giginya sambil mendekat dan berbicara pelan seperti penegasan kepadaku.
“Cukup, Nis. Semua tak ada sangkut pautnya dengan Aisyah. Calon suamimu sendiri yang tak bisa menjaga hatinya, jangan pernah salahkan istriku.”