Cinta Yang Salah
Aku menautkan alis penuh tanya, akankah ia mencintaiku untuk selamanya, dan setia pada cinta ini.
Mas Arkan menghela napas pelan, lalu mengusap kepalaku dengan begitu lembut. Satu ciuman ia luncurkan di keningku, posisi kami masih saling berpelukan bak sepasang pengantin baru yang sedang di mabuk asmara.
"Kalau mencintai, Mas pasti bisa, tapi untuk memiliki, harapannya sangat tipis. Sebisa mungkin Mas akan berusaha memilikimu, meskipun hanya hatimu yang bisa Mas miliki,"