Kirana, Cinta Sejatiku
"Maafkan aku, sayang. Kemarin malam ada urusan di kantor, jadi aku pulang larut."
"Benarkah?"
Aku duduk di sofa dan menatap Sendra dengan dingin, tidak menyambutnya saat melihat kedatangannya seperti sebelumnya. Aku membuka ponselku.
"Sendra, dulu kamu nggak pernah membohongiku."
Di ponselku ada pesan dari Kirana, yang entah dari mana bisa mendapatkan Line milikku dan mengirimkan video berdurasi beberapa menit.