Ketika Luka Lama Kembali Menyapa
“Hari ini kami ingin berbagi bukan hanya sebuah konsep, tapi sebuah perjalanan…”
Ia berbicara, bukan sekadar mempresentasikan. Ia bercerita tentang kegagalan, tentang luka, tentang harapan. Tentang bagaimana sebuah ide lahir dari pengalaman nyata, dari air mata, dari keberanian untuk bangkit.
Ruangan hening. Bahkan Amara, yang biasanya datar, tampak sedikit condong ke depan, matanya tak lepas dari Liora.
Di belakang panggung, Rayden berdiri di antara penonton, tatapannya tak berkedip. Setiap kata yang keluar dari bibir Liora menusuknya, seakan semua itu ditujukan padanya.
Bab Populer