Suatu Senja di Tanah Senja
“Kawanku, lepaskanlah segala ilusi yang membelenggu jiwamu itu. Biarkan angin menerbangkan mereka, menerbangkan beban yang membelenggumu. Dengarkan aku: kau menderita karena jiwamu tidak merdeka, terbelenggu keyakinan bahwa ada yang menguasai. Itulah satu-satunya masalahmu, masalah terbesar sebagian besar umat manusia yang terlalu lemah dan miskin daya khayalnya. Orang-orang sepertimu ingin masuk ke dalam rumah, tapi juga ingin tetap berada di luar dinding pagar. Biarkan tidak berarti tidak, tapi ya juga berarti tidak, Kawan. Dengan begitu, kau akan mampu merentangkan sayapmu dan terbang bebas di angkasa seperti seekor burung membelah cakrawala.”
Mardian mendengarkan dengan terlogong-logong
Hot Chapters