Perjalanan Patah Hati
Sasha Adirayapart time cafe salatigapap pegangan tangan di cafeide pose foto di cafegambar meja
"Aamiin."
Setelah memastikan semua barang bawaan telah masuk ke bagasi, mereka pamit pada Umak, Rahman, dan Arip. Meninggalkan Lubuklinggau, meninggalkan rumah Umak yang nyaman dan hangat, kembali ke jalur lintas Sumatera yang sepi. Ladang sawit dan kebun karet mengisi sebagian besar pemandangan. Rumah-rumah warga dihiasi oleh pepohonan yang tinggi menjulang. Langit berawan cerah. Lima puluh kilo Raya duduk dibalik kemudi, selama itu pula ia masih menangis.
Beliebte Kapitel