Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
Penanganan krisis kemarin lambat, komunikasi sering tidak sinkron, tapi mereka tidak pernah benar-benar melepaskan tangannya.
“Doain aja mereka cocok sama aku, Mbak,” ucap Anindya pelan.
Mia mengangguk mantap. “Bukan cuma cocok. Aku mau mereka lihat kamu bukan cuma cantik, tapi punya cerita.”
Make-up artist menepuk bahu Anindya ringan. “Lara, ready ya. Sepuluh menit lagi masuk set.”